PELALAWAN (SuaraPelalawan) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam mendukung program strategis nasional kembali ditegaskan melalui audiensi antara Bupati Pelalawan H. Zukri, SM, MM dengan jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Pelalawan, Rabu (11/2/2026) tersebut menjadi momentum penting dalam percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pelalawan.
Audiensi ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan langkah awal koordinasi teknis yang komprehensif antara pemerintah daerah dan BGN guna memastikan kesiapan pelaksanaan program di lapangan. Berbagai aspek strategis dibahas secara rinci, mulai dari kesiapan infrastruktur, mekanisme distribusi, sistem pengawasan kualitas pangan, hingga pelibatan lintas sektor agar pelaksanaan MBG berjalan optimal, efektif, dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, S.T.P., M.Si., yang mewakili Kepala Regional BGN, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurutnya, program ini telah dirancang secara matang bahkan sebelum Presiden menjabat, sebagai bagian dari visi besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. Pemerintah pusat menempatkan pemenuhan gizi sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi emas Indonesia di masa depan.
“Program MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis. Ini adalah strategi intervensi gizi yang terstruktur, berbasis data, dan terintegrasi dengan sistem kesehatan serta pendidikan,” ujar Dr. Syartiwidya dalam pemaparannya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu, audiensi dengan kepala daerah menjadi langkah krusial untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta menyusun rencana aksi bersama.
Salah satu fokus utama pembahasan dalam audiensi tersebut adalah rencana pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah titik strategis di Kabupaten Pelalawan. SPPG dirancang sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Dalam pemaparan yang disampaikan, BGN telah memetakan beberapa lokasi potensial untuk pendirian SPPG berdasarkan pertimbangan jumlah sasaran penerima, aksesibilitas wilayah, serta kesiapan infrastruktur pendukung. SPPG nantinya akan melayani anak-anak usia sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, serta kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil dan balita dengan risiko gizi kurang.
Konsep SPPG mengedepankan prinsip efisiensi, higienitas, dan akuntabilitas. Dapur produksi akan dilengkapi dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, termasuk pengawasan kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah dan titik penerima manfaat.
Selain itu, setiap SPPG akan diawasi oleh tenaga ahli gizi untuk memastikan komposisi makanan sesuai dengan kebutuhan nutrisi berdasarkan kelompok usia. Menu yang disajikan akan disesuaikan dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta mempertimbangkan potensi bahan pangan lokal.
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut adalah pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok program MBG. Pemerintah pusat melalui BGN mendorong skema kolaboratif yang memberikan ruang partisipasi luas bagi pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan maupun operasional dapur.
Bupati Zukri menyambut baik skema tersebut. Ia menilai bahwa Program MBG memiliki dampak ganda (multiplier effect) yang signifikan, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi masyarakat.
“Jika bahan pangan dipasok dari petani dan UMKM lokal, maka perputaran ekonomi akan terjadi di daerah kita sendiri. Program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak kita, tetapi juga menghidupkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati.

Dengan keterlibatan UMKM, diharapkan tercipta rantai pasok yang berkelanjutan dan mandiri. Petani lokal dapat menjadi pemasok beras, sayur-mayur, telur, ikan, dan bahan pangan lainnya. Sementara itu, pelaku usaha kecil dapat terlibat dalam penyediaan jasa logistik, pengemasan, hingga pengolahan makanan sesuai standar yang ditetapkan.
Dalam sambutannya, Bupati Pelalawan H. Zukri menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Program MBG. Ia menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kecukupan gizi sejak usia dini. Kekurangan gizi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak.
“Program ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas. Kita ingin anak-anak Pelalawan tumbuh dengan gizi yang cukup, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.
Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti hasil audiensi melalui rapat koordinasi teknis. Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta instansi terkait lainnya diminta menyusun rencana aksi terperinci guna memastikan kesiapan infrastruktur dan dukungan administratif.
Program MBG juga dipandang sebagai salah satu instrumen efektif dalam menekan angka stunting. Pemerintah Kabupaten Pelalawan selama ini telah menjalankan berbagai program intervensi gizi, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga edukasi kesehatan kepada ibu hamil dan keluarga.
Dengan hadirnya Program MBG, intervensi tersebut akan semakin terintegrasi dan masif. Pemberian makanan bergizi secara rutin kepada anak usia sekolah diyakini dapat membantu memperbaiki status gizi dan mencegah risiko kekurangan nutrisi jangka panjang.
Dr. Syartiwidya menjelaskan bahwa program ini didukung oleh sistem monitoring dan evaluasi berbasis data. Setiap penerima manfaat akan tercatat dalam sistem, sehingga pemerintah dapat memantau perkembangan status gizi secara berkala.
“Data menjadi kunci. Dengan data yang akurat, kita bisa memastikan intervensi tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” jelasnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, Kepala Dinas Kesehatan Asril, SKM., M.Kes, Asisten Setda Zulkifli, serta sejumlah perwakilan instansi teknis lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat.
Pemerintah daerah menyadari bahwa program berskala besar seperti MBG tidak dapat berjalan optimal tanpa koordinasi yang solid. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan matang, pembagian peran yang jelas, serta komitmen bersama dalam mengawal pelaksanaan di lapangan.
Selain instansi pemerintah, kolaborasi juga akan melibatkan perguruan tinggi dan organisasi masyarakat. Perguruan tinggi dapat berperan dalam riset dan pengembangan menu berbasis potensi lokal, sementara organisasi masyarakat dapat membantu sosialisasi dan pengawasan partisipatif.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Badan Gizi Nasional menegaskan komitmen bersama untuk memperluas akses pangan bergizi, meningkatkan kualitas kesehatan anak, serta menciptakan generasi Pelalawan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi tonggak penting dalam pembangunan manusia di daerah. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, partisipasi aktif masyarakat, serta pengawasan yang transparan, Pelalawan optimistis dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil mengimplementasikan program ini secara optimal.
Bupati Zukri menutup pertemuan dengan harapan agar koordinasi yang telah dibangun dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan setengah-setengah dalam mendukung program nasional yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Pelalawan mendapatkan haknya atas makanan bergizi. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Advertorial/Pemkab Pelalawan/Liaz)